sampai sekuat apa anda menahan badai

oke sebenarnya judul diatas terlalu hiperbolis..

baiklah pembahasan kali ini adalah tentang idealisme. sedikit berat memang (tidak seperti 4 postingan sampah sebelum ini, seriusan, memang 4 postingan sebelumnya cuma iseng, klo ada yang menanggapi serius berarti itu kegagalan saya sebagai penulis dalam menciptakan soul tulisan)

idealisme, apaan seh nee..yah kasarannya mah prinsip. orang idup tentu harus punya prinsip jangan kaya tai, anyut kemana-mana kebawa arus. arus tenang dia ngambang, arus mengalir dikit aja dia nganyut, apalagi arus yang deras. oke membahas tentang idealisme tentu membahas tentang bagaimana cara anda mendapatkannya. bagi gw pribadi idealisme gw terbentuk karena pengalaman hidup. beruntung di suatu komunitas gw bertemu dengan banyak orang bertipe pemikir ulung yang tidak hanya cerdas namun sangat sangat sangat humanis, mereka juga orang yang sangat fair dan objektif. well kurang apalagi coba, fair dan kebebasan memilih adalah sebuah benda yang sangat sangat sangat mahal bila anda berbicara tentang idealisme dan pemikiran, bagi anda yang belum merasakan mahalnya sebuah nilai fair dan kebebasan memilih, mungkin akan menyadari betapa mahalnya hal itu suatu saat nanti. sebuah tos bajak laut untuk anda kawan-kawan. mereka memberi gw inspirasi, melihat sesuatu dari sudut pandang yang lebih luas, cakrawala dan horizon yang sangat luas dan juga kebebasan. bagi anda teman-teman saya yang tersenyum membaca ini pasti tau komunitas yang saya maksudkan disini, sebuah komunitas yang sangat menyenangkan untuk anda tinggali, sebuah komunitas bajak laut, hahahhaaa.. well, memang berbicara tentang idealisme dan pemikiran tentu berbicara tentang orang yang membawanya. setiap orang PASTI ingin sekali mempengaruhi orang lain untuk ikut dalam idealismenya, apalagi orang yang pintar merayu-rayu, melobi-lobi. disinilah letak permasalahan yang saya pingin angkat.

sejujurnya gw muak dengan idealisme orang seperti sepotong lirik incubus dalam lagu pardon me berikut ini "…pardon me while i burst into flame, i’ve had enough of the world and it’s people’s mindless game". yak benar bagi mereka ini hanya sebuah permainan, walaupun sebenarnya kehidupan orang yang mereka permainkan. yah, gampangnya gw muak ama idealisme orang lain. meskipun gw memberikan kebebasan yang sangat luas pada setiap orang untuk ber-idealisme. titik gw muak adalah pada saat dia ingin mempengaruhi orang lain untuk mengikuti idealisme dia. maaf coy, gw orang bebas dan akan selalu bebas. gw cuma mau jadi diri gw sendiri secara bebas namun bersahabat. satu2nya affiliasi yang gw ikuti cuma diri gw sendiri, only myself…seorang bajak laut…

namun, ujian terhadap idealisme itu pasti akan datang. situasi yang selalu akan membuatnya sulit atau bahkan buruk. yap, benar situasi. dalam ujian terhadap idealisme ini, kita akan selalu dihadapkan pada sebuah pilihan sulit yang lahir dari situasi. dan kita akan dihadapkan pada pilihan (pilihan memang ada namun sulit untuk dipilih) yang serba salah dan sangat konsekuensial. yah, maksudnya klo kita milih ada konsekuensi terhadap pilihan kita dan biasanya idealisme kita sangat dipertaruhkan. apalagi jika kita dihadapkan pada pilihan dimana kita harus mengorbankan satu diantara idealisme dan kebutuhan. contoh, antara teman dan kelangsungan kehidupan. sungguh sulit. dan bagi gw teman mendapatkan prioritas yang sangat tinggi. begitu juga kelangsungan hidup. masih banyak lagi pertentangan idealisme dengan hal-hal lain. apa lagi materi, sesuatu yang membuat buta manusia. dan kadang situasi membuatnya sangat tidak kasat mata. yap benar ketika kita dewasa kita hidup dalam dunia yang abu-abu.. tidak lagi hitam dan putih.

satu hal yang gw pelajari dari musashi adalah ia tidak pernah menyesali apa yang telah ia lakukan. yah, benar memang kita tidak boleh menyesali lagi apa yang telah lewat. tapi tidak menyesal tergantung dengan bagaimana cara kita membuat keputusan.

gw pribadi, menganalisis, bahwa ada satu yang akan membuat kita tidak akan menyesali segala yang telah dan akan kita lakukan. yaitu, mimpi dan cita-cita.. man, klo lo ada dalam belantara liarnya idealisme dan pemikiran. temukan satu mimpi kemana lo akan bergerak. mimpi terletak di level yang lebih tinggi dari tujuan, bahkan ia hampir tidak tercapai. karena klo itu tercapai itu berarti bukan mimpi. dalam proses pemwujudan mimpi maka lo akan membuat pilihan yang akan mengorbankan idealisme lo. tapi jika setiap keputusan-mempertaruhkan-idealisme yang lo lakukan itu dilakukan berdasarkan mimpi yang akan lo tuju, maka apapun yang lo lakukan, lo ga akan nyesel.

akhir kata gw ingin mendeklarasikan bahwa gw benci politik, gw benci orang yang mempengaruhi orang lain, gw benci permainan seperti itu semua, gw cuma mau hidup bebas namun bersahabat dengan semua orang.

tapi gw juga ingin berterima kasih dan rasa salut buat orang-orang beridealisme tinggi tapi bisa tetap humanis, fair, dan memberikan kebebasan dalam memilih. i know guys, you are the greatest..thanks buat horizon dan cakrawala yang kalian berikan..

sampai sekuat apa anda menahan badai?

salam dari si tololyangnaifnamuncukupberidealisme.

10 Responses to “sampai sekuat apa anda menahan badai”

  1. iLMaaJaTiTiK Says:

    wah pasti lo lagi suntuk pas lagi nulis ini yak? dasar bajak laut yang tidak tau harus melajukan kapalnya kemana…. wakakakkaka…. pasti komunitas panti jomblo, yang tiap malem minggu bikin gathering melihat dan memandang bintang, sekedar mencari dan menelaah maksud hidup dan dunia…. wakakakka… berjuanglah bajak laut, lihatlah crus jika suatu hari kau tersesat, dan carilah jalan pulang….

  2. Yudha Says:

    tetot!!! salah bodoh! ini tentang komunitas lain yang lebih kejam dan gw terpaksa mengarunginya walaupun terpaksa. dan tolol, rasi bintang itu namanya crux, bukan crus.

  3. Yudha Says:

    ahh..gw baru ngerti post comment lo. makanya pergunakan tanda baca dengan cermat. iya benar, komunitas yang itu.

  4. carokann Says:

    eh aku senyum-senyum pas baca postingan ini, tapi tetep gak ngerti? (hahahaha)

  5. 'Ed Skywalker' Says:

    ada apa ja :P

  6. anamrepirthilag Says:

    yo….!!
    hidup kebebasan beridealisme!!!
    hahahaha…

    dha,klo tainya tai kucing or tai anjing or tai kuda juga ky nya ga bisa lu analogiin ama tai yang kata lu anyut dibawa air….soalnya mereka ga boker di sungai da.
    hahahahaha….

    klo tai kucing lebih tepat sebagai idealisme yang terinjak2
    karena mrk adanya di jalan…
    hehehehe…

    smangat dha..!!!!

  7. Citra Says:

    what????????????…

  8. Yudha Says:

    apaan sih cit geje ajah…:p

  9. 'i'm gNieE' Says:

    da…mau ikutan komunitas panti jomblonya dunx…haxhak…

  10. -TiKa- Says:

    hmm,, ketika saya tidak mengerti idealisme saya dan mengikuti hidup ini,, apakah saya beridealisme kebebasan? haha,,

Leave a Reply