dan berhenti pada suatu titik keraguan
Thursday, December 21st, 2006ares, seperti dengan namanya. sosok yang memiliki gairah besar dalam sebuah pergolakan berdarah. ia akan bergerak atas perintah kehendak untuk menaklukkan seluruh medan peperangan. darahnya mendidih dan kulitnya serasa terbakar ketika pekikan perang menggema. mempertaruhkan harta, kekuasaan, dan bahkan harga diri…satu yang menjadi kekuatannya adalah ketajaman nalurinya. dia bisa mengendus kemenangan yang ada ratusan kilometer jauhnya. pada saat-saat genting adalah naluri yang selalu menyelamatkannya dari malaikat kematian.
hingga, pada suatu saat ia kehilangan ketajaman indera dan naluri yang ia miliki. di suatu titik, ia mulai meragukan semua insting yang ia miliki, ia seakan lumpuh…bahkan ia pun takut untuk berjalan…ia kini seperti orang tua renta yang membutuhkan tuntunan dari seseorang…
cinta,
tak pantas di rasakan oleh seorang ksatria yang hidup dalam medan pertempuran, ketika makhluk bernama cinta akan menumpulkan insting dan meruntuhkan kekuatan logika seseorang bahkan dewa perang…
mungkinkah ia memiliki segalanya, kejayaan dan cinta…
seorang bijak berkata, jika kau ingin menggengam cinta maka kau harus menafikannya rasa cinta itu sendiri dan cinta itu ada dalam setiap tetes darah pengorbanan untuk kemenangan…
dimanakah insting yang dulu itu bersemayam? pada batas antara rasa tak bermateri atau materi tak ber-rasa?
dan ia berhenti pada suatu titik keraguan…
dimana ia harus melangkah…